Tuesday, January 21, 2014 0 comments

"No Guide, No Cry" @Kuala Lumpur (Day 2) "Part 1"

Kamis, 20 desember 2012

Selamat Pagi Kuala Lumpur


kami siap, kami siap, ^_^
Hari ini menuju Genting Highlands ^_^
karena kemarin sudah tau hendak kemana agar transportasi ke Genting bisa ditemukan, jd langsung menuju ke KL Sentral.



Bakodak dikit yaaa,, sebagai tandaaa kami memulai perjalanan hari ke-2,, ^_^ , ayo ke stesen monorel Bukit Bintang.

Nah, ini lagi di dalam monorel , curi-curi kesempatan mengabadikan moment dengan foto. ^_-, 

Emmm ini pura-pura atau beneran gak tau yaa,, aku lupa, tapi, setelah itu ,, (Semua mata tertuju pada Kamera) ^_^
















Gantian, sekarang giliran Erin dan Mita,

Nah yang ini juga gak tau nih, emmm tapi dilihat dari sudut hidung Erin, kayaknya ini rekayasa,, hahhaha (*peace Erin)..

dan sama juga seperti yang di atas, mata mereka tertuju ke kamera,,,..


















Sudah-sudah,biarkan kami menikmati perjalanan.
Setelah melewati beberapa stesen, akhirnya sampai di KL Sentral, kami bergegas menuju tempat pembelian tiket bus menuju Genting Highlands.

Ternyata, kami sudah terlambat. Tidak ada lagi bus menuju Genting. Muncul wajah kekecewaan, masa kita gak jadi pergi, masa rencana hari ini gagal,. Ini baru hari ke-2,.

Tiba-tiba kami dihampiri oleh seorang pria paruh baya, yahh sudah tua menurut ku, tapi tetap saja kami pangil Pak cik. Beliau adalah seorang supir taxi yang menawarkan jasa kepada kami. Aku meminta penjelasan Pak cik, berapa biaya yang harus kami bayar jika menggunakan Taxi ke Genting. Berapa jam perjalanan jika menggunakan Taxi. Selain itu, apakah bisa 5 orang dalam 1 Taxi.

Setelah berbincang-bincang kami menyetujui penawaran Pak cik dan membuat kesepakatan harga. Yahh, harganya beda tipis kok. memang lebih mahal jika menggunakan Taxi. Tapi, mengingat perjalanan dengan Taxi lebih cepat daripada menggunakan bus, kami sepakat menggunakan Taxi. Pak cik kate "5 orang Pak cik rase bisa dengan Taxi, 4 di belakang, 1 di depan, nah awak lah yang di duduk di depan (sambil menoleh ke arahku)" hmmmm baeklah Pak cik.. -_-",.

Kami menikmati perjalanan dengan Taxi, apalagi sambil mendengarkan lagu-lagu di Taxi Pak cik, artis Indonesia semua. Aku sempat berpikir orang malaysia seperti Pak cik juga mengidolakan penyanyi Indonesia.
Pak cik juga memulai perbincangan dengan menanyakan kami dari mana, bla bla bla, banyak juga. Hingga akhirny , Pak cik juga bercerita tentang dirinya bahwa beliau juga orang Indonesia, juga berasal dari sumatera barat, dan lebih spesifik lagi, Pak cik adalah orang Pariaman. haha, kayaknya itu lagu yang di bawa Pak cik dari Indonesia dulu. ^_^
Wahh ternyata Pak cik orang pariaman, hohoho,. Pak cik anak rantau lahhh...

Entahlah, aku pikir Pak cik senang bertemu kami, dan mengantarkan kami ke Genting. hahahha,, Pak cik sempat memberi ini kartu "Taxi Service" dengan nama dan nomor hp Pak cik. hohoho. Ternyata nama beliau adalah Pak cik Yusuf...


Nanti kalo ada kesempatan datang ke KL lagi, kalo butuh apa-apa calling Pak cik saje.
Nah karna korang dari minang juge, Pak cik beri bonus perjalanan, ke istana negara Malaysia, lepas tu singgah di Rumah Coklat.

"wahhhhh,,, iyo bana Pak cik "
(aku yakin Pak cik masih ngerti bahasa ini,, hahha ^_^)








Yuhuuuuu,,,, nasib baiklah ketinggalan bus, nasib baik juge naik Taxi Pak cik Yusuf. hohoho ^_^,,
Menikmati perjalanan menuju istana negara, Pak cik juga menjelaskan bangunan-bangunan yang menurut Pak cik itu bersejarah kepada kami. hari itu Pak cik jadi Guide. hohoho. Tak lama kemudian,,
Akhirnyaaa sampailah di Istana Negara Malaysia, Pak cik menawarkan diri untuk memegang kamera. wahh bisa foto berlima jadi nyaaa,,, *Terharuuu,gak harus gantian lagii*..


 

.



Hohoho,, ada sihh foto sendiri2,berdua,bertiga, dan ber ber lainnya..

Tapii,,ini bukti kalo kami memang berlima,,, *mumpung ada yang bersedia di belakang kamera ^_^



Oke sipp, kita lanjutkan lagi perjalanan ke rumah coklat. hmm tapi sayangnya gak ada fotonya. karena tidak di izinkan mengambil gambar dalam bentuk apapun. hmm .. yang penting disana kami membeli coklat  untuk buah tangan. hoho... selesai,,,


Kami melanjutkan perjalanan menuju Genting. Nah berhubung Taxi Pak cik tidak bisa mengantar sampai ke Genting, jadi kami di antar sampai di  lower station Sky Way Cable Car. Karena Untuk mencapai ke Genting Highland kita bisa menggunakan cable car/skyway. Skyway ini merupakan kereta gantung terpanjang di Asia yang membentang sejauh 3,8 Km. Butuh waktu setidaknya 20 menit dari lower station hingga titik atas di puncak. 

Wahhh makin penasaran,,, rasanya gimana,, sembari menunggu nona Ica membeli tiket, yang kami lakukan adalah 



 dan akhirnya sudah ada tikettt,, hohoho.. ayooo naik ..





Antrian untuk naik cable car menuju Genting ternyata panjang, tapi karna banyak stimulus dan antriannya berbentuk labirin, jadiiii ,, *huhuhuhu ^_^  #pahamlahhhh.

Lumayan lama juga menunggu antrian, yah 30 menit juga sihh, cumaaa kalo di kurangi dengan stimulus, jadi total waktu menunggu,, emm serasa 30 detik. -_-" #huekk..
karna ini pertama kalinya naik, jadi kami menikmati perjalanan dengan cable car,. jujur dari lubuk hati yang paling dalam, aku menikmati. T_T,..

Kapasitas cable car maksimum 8 orang per gondola, itu artinya duduknya 4:4 . Tetapi kami mengisi dengan 5 : 3 ,, hhohoho.. habisnyaa di sebelah pasangan suami istri dengan anaknya. dan mereka berasal dari Arab, sepertinya, hehhe.. ehem,.

Jadi begini, dengan siapaun kita berada walaupun itu orang asing, jika dalam keadaan yang sama, dan tidak bisa melakukan apapun selain menunggu kereta gantung itu sampai di tujuan. hal yang tidak boleh dilakukan adalah menolak niat baik seseorang bila ia memberi apa yang ia makan saat itu. karena akan memunculkan kesenjangan selama perjalanan.
Nah si Tante menawarkan kami permen, ahh hanya permen, kenapa harus menolak, "Assalamualaikum," kata si Tante sambil menyodorkan 1 bungkus permen.
"Walaikumsalam wr wb" sambil tersenyum kami mengambil permen 1 per orang dari dalam bungkus permen si Tante. *yaiyalah 1, gak mungkin kan di ambil semua*

Kami membuka permen kami masing-masing *berasa anak TK* ^_^.
hoho,, tiba-tiba Siska, bergumam dengan wajah yang lebih datar dari wajah datar yang biasa di tampilkannya (ya ampuunn datarrrr -_-")

, "ndeh,ntah gulo-gulo a yang di agiah nyo, ko gulu-gulo atau pepsode** ko".

Aku masih heran mendengar Siska, namun ketika permen itu sudah menempel di lidahku kemudian dengan sekejap otakku menerjemahkan rasa yang terkandung dalam permen,,HAHAHAHHA...
Jujur,, ini bukan pepsode** seperti yang di katakan Siska, ini adalah campuran cabe rawit dengan mint. *kipas2 lidah*, hahah, kami tidak membuangnya, kami sadar itu pemebrian dengan senyuman, mungkinnn lidah kami saja yang belum biasa dengan permen seperti itu. -_-"

20 menit berlalu, kami udah sampai di Genting Highlans,,

Ini nih di setiap cerita pasti ada,, masihh ingat dengan nona Ica, lagi lagi dia merindukan Tandas,, yahh mau gak mau nungguin Ica melepas kerinduannya dulu. dari pada kita repot kan yaa..
nah, kita menelusuri Genting Haighlands ke segala arah dan seluruh penjuru *apasih.

Tiba-tiba mataku terpana pada sebuah toko SNACK CORNER, begitu tulisannya, e tapi bukan tulisannya, melainkan apa yang di jual di dalamnya. tanpa berpikir panjang, aku meninggalkan teman-teman dan meminta mereka menunggu ku.

Tetap saja, namanya anak muda, selagi menunggu, yang mereka lakukan adalah

  





Tapi gak masalah,, yang penting aku dapat ini.. Thaadhaaaaa,,,,

Ini kembang gula atau gulali, *bodo ahh*
 pokonya sukaaaa,,, sukaaaa,, Mak cik di sanaaa tuu jual gulali dengan aneka rasa dan warna.

aku ambil, eh beli maksudnya, beli warna ungu, kata Mak cik, ini rasa anggur,.. hohoho..

Rencana sihhh gak mau bagi bagi sama merekaa nihhh tapiii karena mereka sudah bersedia menunggu, yahhh bagii sikitt lahh gpp sihhh ,,. emmm .. ikhlas ikhlass. ^_-

 



Sepertinya mereka memang suka,, tunggu tunggu Ica mana yaa,..
Begini,, agak gak enak sihh ama Siska kalo foto ini muncul, Tapi cuma ini bukti kalo Ica juga makan gulali akuu, >,< Siskaa,, Mianhee,,


Nahh,, gulali habis, perjalanan pun lanjut, kami menuju "Outdoor Theme Park",, yaahh cuma sekedar lihat-lihat. Maunya sihhh main yaa,, tapi berhubung cuaca tidak bersahabat, yang bisa di lakukan hanyaaaa emm ini,, hoho.. foto foto terus .. ^_^

 





Akhirnya kami memutuskan untuk menuju ke "Indoor Theme Park", yahh karena Genting itu tidak kecil, dan pertama kalinya kesana, emm nyasar dikit, gak masalah dong yaa,,
Sebenarnya sihh gak enak banget nihh foto,, Tapi, terima kasih banyak untuk Erin, yang sudah menjadi mamarazi . karna cuma ini bukti, kita kebingungan karna nyasaaarrrrr... >,<


 Namun berkat usaha dan doa, kami sudah berada di "Indoor Theme Park" ,, hoho, hal pertama yang di lakukan adalah menikmati keadaan sambil foto-foto, kalo main itu urusan nanti,, jadi hasil kami berkeliling ,,,
ini nih,,























Seruuuu,,, seruuu,,

Lihatlah wajah kami merona menikmati perjalan di hari ke-2 ke Genting Highlands.... Ini baru setengah perjalanan,

Belumm pada saat mencoba memasuki sebuahhh,.. emmm emmm ^_^.. Nanti yaaa,,,!!!




Hmmm kali ini mata kami terpana ke satu tempat, lalu saling berpandangan, kemudian sepakat,,, untuk bermain di dalamnya.. ^_-

Hmmm Tapii gak sekarang yaaa,,,

Tunggu ,, nanti aku cerita lagi,,

 kami bermain dimana setelah berkeliling.. ^_^,,oke sip.



Ikuti Terus Cerita nyaaa,,, masih hari ke-2 @GentingHighlands ^_^

Salam "No Guide, No Cry",, !!!


Monday, January 20, 2014 0 comments

Bincang Bincang "Part 1"

Tentang "Si Wanita dan Si Lelaki"


Lela     Terkadang terlalu banyak tau itu menyakitkan.

            Lalu apakah aku harus pura2 tidak tau ?

            Bukankah itu lebih menyakitkan? 

            Jaja km ingat cerita kita kan, tentang bedanya wanita dan lelaki?
            
            Kadang susah juga... kesalnya lost control...

            haahhhhh, jd kekanak-kanakan dan setelah itu menyesalinya.

             Tapi, kalo ditahan rasanya gk enak.
           
            Tidakkah kamu lihat kekesalan si wanita?



Jaja      Waaah.. Jika pura" tidak tau terasa menyakitkan..

             Lalu mampukah untuk tau dan tidak peduli?
             
             Emang apa kasus terbarunya?



Lela       Haha kasus nya mah gak ada.

              Terkadang lelaki lupa, wanitanya menginginkan kabar dari dia 

               agar tidak terjadi kesalahapahaman.
  
               Lalu ucapan apa lagi yangg harus dilontarkan agar si lelaki

               tidak merasa terbebani dengan  keinginan si wanitanya. 
         
               Tapi begitulah lelaki dan beginilah wanita.



Jaja       Ahaha
             Jadi lelakinya gak ada ngelapor yah kalo pergi kemana ? 



Lela     Sesekali. Tapi kadang bertepatan dengan mood wanitanya yang lagi jelek.



Jaja      Sebenarnya lelaki lebih mementingkan kualitas komunikasi daripada kuantitas.

            Lelaki juga terkadang enggan memberi kabar jika wanita tidak memberikan respon

            seperti yg dia inginkan saat melapor... Ahaha



Lela     Wahhhh iya kah.

             Respon apa,? ngmbek, banting hp, trus marahan? Hmm

            Hahahaa. Kadang merasa kekanak-kanakan aja. Tapi kadang harus dilakukan..

             Lalu jika wanita memberitahu apa yg dia pikirkan tentang si lelaki pada lelakinya,.

            Apakah si lelaki tidak kecewa dengan  pikiran negatif si wanita terhadapnya?



Jaja      Respon layaknya sang wanita memperhatikan lelakinya.

            Waaaah.. Tidak hanya kecewa.
        
            Itu menyakitinya dengan cara yg sangat menyakitkan..

            Seakan ingin teriak pada sang wanita

            'Tidakkah kau menyadari dan memahami hingga akhirnya mengerti 

             cintaku tak ternoda untukmu ?'

            Ahaha



Lela     Hahah ahaha..... jadi si lelaki ingin si wanita mempercayainya.

           Dapatkah lelaki mengerti,

           Si wanita selalu gunda saat tak ada kabar dari nya.

           Itulah sebabnya terkadang gunda gulana itu menyentuh kepercayaannya.



Jaja      Ahaha tepat sekali..

            Sebenarnya lelaki mengerti..

            Tapi sang lelaki juga ingin agar sang wanita mengerti 

            dengan apa yangg dia ucapkan pada lelakinya.

            katakan sesuatu tentang gunda gulanamu

            tanpa menyakiti perasaannya atas terusiknya kepercayaanmu

            Bagaimana kalimatnya? Hanya kamu yg tau..

            Buatlah berdasarkan materi yg telah diuraikan sebelumnya..ahaha



Lela      Haha, Lalu bagaimana jika si wanita bukan seperti yg kamu pikir,

             dia tidak.pernah mendapat materi tentang itu,



Jaja      Jadi seperti apa wanitanya? Ahaha haha



Lela     Aku mengerti. 

           Seperti apapun wanitanya, 

           Si wanita pasti tau kalimat yg benar agar tidak mengusik hati lelakinya.

           Karena ia telah mengenal lelakinya dengan baik.



Sunday, January 19, 2014 1 comments

"No guide, No Cry" @Kuala Lumpur (Day 1) "Part 3"

(Masihhhhh) 19 Desember 2012

lama yaaaa jeda cerita nya.. lg sibuk menulis yang lain,, jadi kelupaan harus cerita disini..

Oke, langsung saja,.. Bus yang kami naiki tidak mengantar ke alamat, melainkan ke KL Sentral. Kuala Lumpur Sentral adalah stasiun kereta api sentral di Kuala Lumpur, Malaysia. KL Sentral merupakan stasiun kereta api terbesar di Asia Tenggara. hoho. Tapi, perjalan kami selanjutnya untuk mencari Apartment bukan naik kereta api, tetapi naik monorel.

Oleh karena itu, yang harus di cari adalah stasiun monorel. Aku mencoba mencari petunjuk dimana stasiun monorel,, ada tanda panah yang menempel di sebuah dinding dengan tulisan monorel, ke arah bawah tangga. "Ca, ke arah itu gk ca?," "iya sihh, tapi kan monorel kan di atas bukan di bawah.". Iya juga sihh, aduh. Kami tetap mengikuti petunjuk, dan menuruni tangga, melewati koridor, dan masih belum di temukan stasiun monorel.

("Malu bertanya,sesat di jalan" atau "Malu bertanya, jadinya jalan-jalan". Tidak !, Ica ,,save us,,), Aku meminta Ica mencari orang yang tepat untuk bertanya. Sambil melihat kiri dan kanan, pandangan kami tertuju pada seorang wanita dengan wajah melayu, berjalan ke arah kami, dan Ica memulai aksinya. 

"Permisi kak, nak tanye stasiun monorel ?",tidak ada jawaban, wanita itu malah mengeluarkan kertas dan menuliskan "Ikot Saye". 

Tanpa pikir panjang , kami bergegas mengikuti si kakak, yang ternyata punya tujuan yang sama dengan kami yaitu stasiun monorel. Aku bergegas mengeluarkan buku, menulis sesuatu, kemudian memperlihatkan pada si kakak, hanya itu cara yang dapat dilakukan untuk berkomunikasi dengan si kakak,


Zaharisma namanya. Terima Kasih kak Zaharisma.

Terima Kasih juga buat Erin, yang bersedia di belakang kamera. ^_^

Yuk lanjut, menuju Bukit Bintang dengan monoreil,
dari Stasiun,eh "Stesen" *harus dibiasakan*  Monorel di KL sentral ada 4 stesen yang harus di lewati sebelum menuju Stesen Bukit Bintang. Duduk manis, nikmati perjalanan sejenak, dan..
thadhaaaaaa ,,,emmm, kita udah turun dari monorel di bukit bintang.. ini "katanyaa" zona merah, entah apa itu maksudnyaa.. kami mahh asik asik seru seru ajaaa..

Sekarang mau cari Apartment yg akan kami tempati. hmm,, katanya di Fahrenheit. aku sendiri tidak tau, harus cari dimana, sambil menuruni tangga stasiun monorel, kami menoleh ke kiri dan ke kanan untuk mencari tahu alamat yang akan kami tuju.

Ica, cuma ica yang saat itu yang ingin kami andalkan. karena diantara kami hanya ica yang sudah lebih dulu menginjakkan kaki di kota tersebut. Aha ! Polisi, ya kita tanya pak polisi saja, sambil tertawa kecil, aku menggoda Ica, ehem ca, cari polisi yang agak "stimulus" gitu biar cepat dapat alamatnya. hahha.
(ya ampun otak ku! -_- ), ahh aku pikir caci maki yang akan keluar dari mulut manceman itu, tapi nyatanya,"iya ca iya ca, bener2, biar cepat", (ahhh ternyata bukan otakku saja, ^_^).

Berhubung bahasa yang digunakan bukan bahasa Indonesia, jadi aku memutuskan untuk tidak membantu Ica menanyakan alamat tersebut. Maklum, itu pertama kalinya mengunjungi Kuala Lumpur, jadi lidahku masih memalu mengucapkan sepatah dua patah kata dengan bahasa melayu. Beberapa menit kemudian. emm, Ica memang bisa di andalkan.

Nah kita udah tau arah mana yang harus kita lewati untuk menemukan gedung yang tertera di kertas itu, Fahrenheit. Menuju ke sebrang jalan terlebih dahulu, memang berbeda dengan Indonesia, semua serba cepat. Penyebrangan itu tidak bisa dilakukan dengan berjalan agak cepat, tetapi harus sangat cepat, kalau sanggup lari, lari aja deh, kalo mau nyebrang. Itu yang aku pikirkan saat pertama kali menyebrang jalan di lalu lintas Bukit Bintang. Apalagi melihat bawaan masing-masing, koper kita, yang harus d tarik-tarik tanpa mengganggu penyebrang yang lain. (*sesak napas)

Kami melanjutkan perjalan dan,  Ketemu!!!!, gedung terdekteksi dengan nama Fahrenheit, ternyata tidak jauh dari stasiun monorel Bukit Bintang. Terletak di sebelah Hotel JW MARRIOT n Lot 10 Shopping Center, di seberang Hotel GRAND MILLENIUM dan Mall PAVILION

Aku dan teman-teman memasuki gedung, mencari Apartment Riyani, yah itu nama Apartment yang akan kami cari. Aku mulai bingung, jadi ini mana kamarnya, Ini masih plaza,. Sekali lagi, kali ini dari lubuk hati yang paling dalam, Ica tolong tanyakan, aku buta dengan semua ini, save us .. (alay nya mulai deh). Tapi beneran, dengan kondisi kami yang bawa koper-koper dengan ukurannya seperti ini, kemudian d tarik-tarik di tengah-tengah keramaian saat yang lain sibuk mencari barang yang akan di beli, dan kami mengalihkan pandangan mereka. (*demi apa). Ica save us ,,, !!! -_-

Eits,, ada lift, tanpa berpikir panjang, kami masuk lift, tetap masih di pandu oleh saudari Ica Mayliza Musly,, dan kami senantiasa membantu Ica dengan do'a. #kedip2.. ehm,, aku mulai berkomentar, "ca, kita di lantai berapa ya, kok gedung setinggi ini, cuma 4 lantai, yang paling tinggi cuma tombol nomor 4, kemana nomor-nomor yang lainnyaa..*Panik. Oke, kita tetap lanjut, tekan tombol nomor 4.

Beberapa menit kemudian, lift berhenti, pintunya terbuka, kami keluar dari lift, dan kami saling memandang satu sama lain, pandangan dengan raut wajah yang sama -_-", terdiam, melihat seorang wanita dengan usia sepertinya 6 atau 7 tahun lebih tua dari kami, berjalan sempoyongan menuju lift sambil melihat ke arah kami, hingga pintu lift tertutup. Masih dengan wajah yang sama,,"aaaaaaaa tidakkkk, tempat apa ini, itulah yang keluar dari mulut kami masing-masing. Sebut saja tempat "Ajeb-ajeb". itu artinya kami tersesat. -_-.

Kami keluar dari tempat itu, dan kembali lagi ke bawah, tak lain dan tak bukan adalah plaza,. Selain polisi,yang bisa kita jadikan tempat bertanya adalahh satpam. Nah mudah-mudahan si bapak baik. Kami melihat satpam dari kejauhan, dan kali ini Ica mengurungkan niat untuk bertanya dengan alasan ia sudah lelah. Baiklahh harus ada yang berkorban selain Ica, yaitu adalah aku (*mau gak mau,soalnya udah lelah juga,laperr juga). Sambil berjalan menuju satpam, aku meyakinkan diri untuk bisa menggunakan bahasa melayu walaupun hanya belajar dari film Upin & Ipin, (*ahh)

Kalau di Indonesia, panggilan yang biasa di lontarkan adalah Pak Satpam,. Sekarang aku di Malaysia, haruskah aku sebut "Pak cik Satpam" ,entahlah, yang penting panggil aja dulu.

dengan segenap ke yakinan, sedikit tersenyum aku memulai percakapan,
"selamat siang Pak cik, nak tanye alamat bole ke?"
"mane tu?,"
"ini pak cik (*sambil menunjukkan kertas),"
"ohh, jalan lurus je dari sini, nanti sebelah kanan ade pintu, buka je pintu tu, nah ada lift disane, naik lift itu la."
"ooo macam tu, iye lah, terima kasih pak cik,"
(*punya firasat buruk,setelah ini sepertinya hanya aku korban yang akan membantu Ica)

oke dapat jalannya, lewat lorong, masuk lift, keluar lift. kami berada di gedung Apartment. (belum kamar,masih gedung) -_-". Untungnya ada kursi yang bisa digunakan untuk sedikit melepas lelah, sambil menunggu kabar dari pemilik apartmen.

"ada nomor hp yg punya apartment, bisa di telpon gak nomor itu?" (*Aku udah gk tahan),
Tetiba "Fika, kamu telpon lahh, ayolahh, gmna nih, masa kita di tipu, kita gak kenal siapa-siapa, uang kita, nasib kita,"
"ahhh kepalaku,, firasat buruk itu ternyata benar, hanya aku,",aku terima permintaan mereka dan mulai menekan angka yang tertera di kertas dengan nama Sugi.

tut tut tut (*gak ada nsp nya).
"Halo, dengan Pak cik Sugi,"
"saye temannya, Sugi dah tak kerja kat saye lagi, ade ape ni?"
"begini Pak Cik, saye fika, %@#$**(^$#^*()%$#&*("
"aihh, laju sangat cakap budak ni, tak ngerti, janganlah laju laju."
(dalam hati : *jleb -_-, sabar fikaaa,kurangi kelajuan yaa)
"be gi ni Pa k Ci k, Sa ye Fi ka, @$%&**&^%$"
*tut tut tut,, mati.

Apa yang harus kami lakukan ? benarkah kami akan terlantar, ya ampunn, ini pertama kalinya dan terlantar pula kah?. Tidak bisa dibiarkan, lebih baik bertanya, orang yang paling tepat sebagai tempat bertanya adalah satpam, gak usah d tanya lagi siapa yang menemui satpamnya, siapa lagi kalau bukan aku.

Aku belajar dari kesalahan, ngomong tanpa kelajuan (*ngomong pelan pelang), kali ini udah berani, setidaknya udah melatih sedikit mental untuk ngomong pelan pelan pake bahasa melayu. Kemudian dengan penuh percaya diri aku menjelaskan kondisi yang aku hadapi dengan teman-teman seperjuangan itu kepada Pak cik satpam, (*aduh abang atau Pak cik ya). hohoho pakai bahasa melayu doong walau belepotan, pelan pelan juga dong, akhirnya kami diminta menunggu Pak cik Sugi datang. Masih berbincang-bincang dengan Pak cik, beliau bertanya kami datang dari mana, aku dengan senang hati menjelaskan kedatangan kami dari mana dengan menggunakan bahasa melayu. Setelah itu Pak cik berkata, "Indonesia ya, saye orang Aceh ni,".

"Ya Allah, mimpi apa aku tadi malam, kalo gini gak harus memaksakan diri pake bahasa melayu, udah pake muncrat lagi. (*sabaarrr, wajah harus di kontrol)."

"Nah ini Sugi ni, silahkan bincang dengan die lah,","Terima Kasih Pak cik," Sahutku.

Pak cik Sugi, dari ujung rambut sampai ujung kaki, tidak ada alasan yang tepat untuk pantas di panggil Pak cik. Karena yang berdiri di depan kami adalah seorang wanita, yang seharusnya kami panggil kakak. Untung aja mulutku tidak langsung menyapa, tapi hanya tersenyum. (dalam hati : maaf kak Sugi). *memalukan.

Baiklah kami segera menuju kamar, masih menggunakan lift. kali ini lantai yang sebenarnya yaitu lantai 7.


Dalam 1 apartment ada 3 kamar (semua ber-AC & KM dgn water heater), berbagi fasilitas dalam apartment, seperti dapur, ruang tamu, dll.

Salah satu kamar di Apartment Riyani yang ukuran kamarnya untuk 5 orang.  2 (Extra bed, bantal+selimut) dan 1 (Small bed, bantal + selimut ) *anggap aja gitu yaa.. dari kamar ini, saat melihat ke arah luar, ada Thaaadhaaaaa,,,,,
fasilitas kolam renang yang bisa digunakan, Gratis.




Istirahat sejenak, makan siang, solat dan kemudian bersiap-siap, membuat jejak di Kuala Lumpur.
Berhubung karena Apartment ini kami tempati hanya untuk 3 hari, maka kami harus mencari tempat penginapan lain untuk 3 hari lagi. Jadi, hal yang pertama dilakukan adalah mencari Hotel yang bisa menampung 5 orang dalam satu kamar. *hemat beb* ^_^.

Pencarian panjang pun di mulai, masuk hotel keluar hotel, untuk menanyakan kamar yang bisa menampung kami, sekali lagi jangan tanyakan siapa yang harus bertanya, karena orang yang akan selalu menjadi pemandu hingga hari terkahir adalah aku dan rekan senasib seperjuangan, tentu saja nona Ica. ^_^





Ini yang Erin, Mita, dan Siska lakukan saat aku dan Ica sibuk bertanya tanya di hotel yang kami kunjungi,. ckckckck -_-" 





(aku dan Ica sudah memaklumi, mereka teman kamii,, T_T )
Waktu terus berlalu, kami memutuskan untuk tidak lagi mencari hotel, besok di usahakan lagi. Karena kami harus segera menuju KL Sentral untuk mencari informasi tentang transportasi ke Genting Highlands. *jadwal besok tuh, membuat jejak di Genting*.

Sebelum ke KL Sentral, kami menyempatkan diri mengunjungi,, Berjaya Times Square, hari ini lihat-lihat dulu. Yahh bisa di jadikan tempat berkunjung selanjutnya.








Aduhhh, kebiasan, rekan saya Ica, selalu mau ke Tandas , sebelum beranjak dari tempat ini. Karena sudah masuk waktu solat juga, alangkah lebih baiknya kita solat terlebih dahulu. jadi yang paling tepat di cari untuk saat ini adalah Surau, (*berkeliling beberapa kali, yang kami temukan lagi dan lagi adalah "You Are Here"). Yah, itu mah namanya nyasar, -_- . 

Maklum, tempatnya sangat besar pemirsa. hoho
 




Ingat terus ya pepatah "Malu bertanya,jalan-jalan,". Capeekkk !!!! -_-" , jadi mari bertanya. Langsung aku jawab aja ya, yang nanya masih aku, ^_^", (*udah capek juga). Menghampiri seorang Ibu yang sedang duduk di depan Toko yang tidak sempat aku baca nama toko tersebut, lalu aku tersenyum dan bertanya. hoho. Tenang, hari ini aku sudah banyak berbicara dengan bahasa melayu. Jadi kali ini, serahkan padaku.

"Permisi, Mak cik, nak tanye, Surau kat sini arah mane Mak cik,"
"e, betul lah jalan ni, luruss,nanti pusing kiri,, lurus lagi pusing kanan, luruss pusing kiri lagi, kat situ lahh,"
"ohh, iye lahh, Terima Kasih Mak cik,"

 Bergegas meninggalkan Mak cik, #gubrak, Haruskah aku mengikuti petunjuk Mak cik untuk pusing kiri pusing kanan, sementara dari tadi kepalaku sudah pusing?" "hahahha.hahhaha" respon teman2 ini. Ya baiklahh, teman-teman silahkan menikmati kepusinganku. Namun usaha untuk pusing-pusing, ada hasilnya.
Thaaadhaaaaaa... ^_^




Akhirnya, kami segera solat, lalu bergegas ke stesen monorel menuju KL Sentral untuk mencari informasi tentang transportasi ke Genting Highlands.

Di dalam Monorel sangat sesak, apakah ini jam pulang kerja, atau ini jam bermain, atau apa?. kami berdiri hingga stesen KL Sentral.
Tapi tidak apa-apa, karena infonya kita temukan. ini Buktinya !



















Hmm,,selain bukti tampak punggung, boleh tampak muka dong yaa,, #kedip2.

Pemirsa, mengingat perjalanan kami dari Apartment hingga KL Sentral ini, sepertinya wajar kalau perut kami, merasakan getaran yang sangat kami kenal, dan kami juga sangat tau apa yang harus kami lakukan jika mengalami hal seperti ini, yaitu makan.

Mari makan,,, di KL Sentral, kalo gak salah nih, nama tempatnya "Medan Selera". yang di dalamnya terdiri dari berbagai jenis pilihan makanan, ada juga yang khusus menjual minuman saja.
Melihat wajah teman-teman di atas tuu, yakin dehh mereka laperr, aku juga sih. ^_-. Yuk makan.
Dari sudut Ica dan Mita


Dari sudut aku, Erin, dan Siska

Ini dari sudut Abang Penjual Nasi ^_^, Maaf dan Terima Kasih telah bersedia di belakang kamera bang. 
Maklum kami anak Muda. (haha) ^_-


(ini sedikit berkomentar tentang makanan, ini soal rasa yang asing bagi lidah kami. Tapi, menikmati adalah hal yang paling mulia. karena kami bersyukur, masih dapat menikmati hidangan di KL Sentral "Medan Selera.")

Malam sudah larut atau sudah larut malam, apapun, yang jelas, kami harus bergegas menuju Apartment yang berada di kawasan Bukit Bintang. Lagi lagi naik monoreil. ^_^

Sedikit lagi, perjalanan menuju Apartment, setelah turun di stesen Bukit Bintang, yang kami temukan adalah keramaian kota dengan beragam aktivitas di malam hari, sepertinya tidak usah di sebutkan,karena sedang kami fokus pada kelelahan kami, dan juga fokus bakodak kodak,,
Ini yang foto terakhir di hari pertama,



Kemudian kami meneruskan perjalanan , memasuki gedung Fahrenheit, menelusuri lorong menuju lift. Akhirnya,,Apartment, di lantai 7. 


Karena lampu kota sudah kelap kelip, kami harus menutup gorden. Bersih-bersih, lalu tidur. Sebagai tanda, hari pertama sudah berakhir.

dan tunggu cerita hari ke dua yaa !!!

Selamat Tidur !!!

Salam "No Guide, No Cry" ^_^



 
;