lama yaaaa jeda cerita nya.. lg sibuk menulis yang lain,, jadi kelupaan harus cerita disini..
Oke, langsung saja,.. Bus yang kami naiki tidak
mengantar ke alamat, melainkan ke KL Sentral. Kuala Lumpur Sentral adalah stasiun kereta api sentral di Kuala Lumpur,
Malaysia. KL
Sentral merupakan stasiun kereta api terbesar di Asia Tenggara. hoho. Tapi,
perjalan kami selanjutnya untuk mencari Apartment bukan naik kereta api, tetapi
naik monorel.
Oleh karena itu, yang harus di cari adalah stasiun monorel. Aku mencoba mencari petunjuk dimana stasiun monorel,, ada tanda panah yang menempel di sebuah dinding dengan tulisan monorel, ke arah bawah tangga. "Ca, ke arah itu gk ca?," "iya sihh, tapi kan monorel kan di atas bukan di bawah.". Iya juga sihh, aduh. Kami tetap mengikuti petunjuk, dan menuruni tangga, melewati koridor, dan masih belum di temukan stasiun monorel.
("Malu bertanya,sesat di jalan" atau "Malu bertanya, jadinya jalan-jalan". Tidak !, Ica ,,save us,,), Aku meminta Ica mencari orang yang tepat untuk bertanya. Sambil melihat kiri dan kanan, pandangan kami tertuju pada seorang wanita dengan wajah melayu, berjalan ke arah kami, dan Ica memulai aksinya.
"Permisi kak, nak tanye stasiun monorel ?",tidak ada jawaban, wanita itu malah mengeluarkan kertas dan menuliskan "Ikot Saye".
Tanpa pikir panjang , kami bergegas mengikuti si kakak, yang ternyata punya tujuan yang sama dengan kami yaitu stasiun monorel. Aku bergegas mengeluarkan buku, menulis sesuatu, kemudian memperlihatkan pada si kakak, hanya itu cara yang dapat dilakukan untuk berkomunikasi dengan si kakak,
Terima Kasih juga buat Erin, yang bersedia di belakang kamera. ^_^
Yuk lanjut, menuju Bukit Bintang dengan monoreil,
dari Stasiun,eh "Stesen" *harus dibiasakan* Monorel di KL sentral ada 4 stesen yang harus di lewati sebelum menuju Stesen Bukit Bintang. Duduk manis, nikmati perjalanan sejenak, dan..
thadhaaaaaa ,,,emmm, kita udah turun dari monorel di bukit bintang.. ini "katanyaa" zona merah, entah apa itu maksudnyaa.. kami mahh asik asik seru seru ajaaa..
Sekarang mau cari Apartment yg akan kami tempati. hmm,, katanya di Fahrenheit. aku sendiri tidak tau, harus cari dimana, sambil menuruni tangga stasiun monorel, kami menoleh ke kiri dan ke kanan untuk mencari tahu alamat yang akan kami tuju.
Ica, cuma ica yang saat itu yang ingin kami andalkan. karena diantara kami hanya ica yang sudah lebih dulu menginjakkan kaki di kota tersebut. Aha ! Polisi, ya kita tanya pak polisi saja, sambil tertawa kecil, aku menggoda Ica, ehem ca, cari polisi yang agak "stimulus" gitu biar cepat dapat alamatnya. hahha.
(ya ampun otak ku! -_- ), ahh aku pikir caci maki yang akan keluar dari mulut manceman itu, tapi nyatanya,"iya ca iya ca, bener2, biar cepat", (ahhh ternyata bukan otakku saja, ^_^).
Berhubung bahasa yang digunakan bukan bahasa Indonesia, jadi aku memutuskan untuk tidak membantu Ica menanyakan alamat tersebut. Maklum, itu pertama kalinya mengunjungi Kuala Lumpur, jadi lidahku masih memalu mengucapkan sepatah dua patah kata dengan bahasa melayu. Beberapa menit kemudian. emm, Ica memang bisa di andalkan.
Nah kita udah tau arah mana yang harus kita lewati untuk menemukan gedung yang tertera di kertas itu, Fahrenheit. Menuju ke sebrang jalan terlebih dahulu, memang berbeda dengan Indonesia, semua serba cepat. Penyebrangan itu tidak bisa dilakukan dengan berjalan agak cepat, tetapi harus sangat cepat, kalau sanggup lari, lari aja deh, kalo mau nyebrang. Itu yang aku pikirkan saat pertama kali menyebrang jalan di lalu lintas Bukit Bintang. Apalagi melihat bawaan masing-masing, koper kita, yang harus d tarik-tarik tanpa mengganggu penyebrang yang lain. (*sesak napas)
Kami melanjutkan perjalan dan, Ketemu!!!!, gedung terdekteksi dengan nama Fahrenheit, ternyata tidak jauh dari stasiun monorel Bukit Bintang. Terletak di sebelah Hotel JW MARRIOT n Lot 10 Shopping Center, di seberang Hotel GRAND MILLENIUM dan Mall PAVILION
Aku dan teman-teman memasuki gedung, mencari Apartment Riyani, yah itu nama Apartment yang akan kami cari. Aku mulai bingung, jadi ini mana kamarnya, Ini masih plaza,. Sekali lagi, kali ini dari lubuk hati yang paling dalam, Ica tolong tanyakan, aku buta dengan semua ini, save us .. (alay nya mulai deh). Tapi beneran, dengan kondisi kami yang bawa koper-koper dengan ukurannya seperti ini, kemudian d tarik-tarik di tengah-tengah keramaian saat yang lain sibuk mencari barang yang akan di beli, dan kami mengalihkan pandangan mereka. (*demi apa). Ica save us ,,, !!! -_-
Eits,, ada lift, tanpa berpikir panjang, kami masuk lift, tetap masih di pandu oleh saudari Ica Mayliza Musly,, dan kami senantiasa membantu Ica dengan do'a. #kedip2.. ehm,, aku mulai berkomentar, "ca, kita di lantai berapa ya, kok gedung setinggi ini, cuma 4 lantai, yang paling tinggi cuma tombol nomor 4, kemana nomor-nomor yang lainnyaa..*Panik. Oke, kita tetap lanjut, tekan tombol nomor 4.
Beberapa menit kemudian, lift berhenti, pintunya terbuka, kami keluar dari lift, dan kami saling memandang satu sama lain, pandangan dengan raut wajah yang sama -_-", terdiam, melihat seorang wanita dengan usia sepertinya 6 atau 7 tahun lebih tua dari kami, berjalan sempoyongan menuju lift sambil melihat ke arah kami, hingga pintu lift tertutup. Masih dengan wajah yang sama,,"aaaaaaaa tidakkkk, tempat apa ini, itulah yang keluar dari mulut kami masing-masing. Sebut saja tempat "Ajeb-ajeb". itu artinya kami tersesat. -_-.
Kami keluar dari tempat itu, dan kembali lagi ke bawah, tak lain dan tak bukan adalah plaza,. Selain polisi,yang bisa kita jadikan tempat bertanya adalahh satpam. Nah mudah-mudahan si bapak baik. Kami melihat satpam dari kejauhan, dan kali ini Ica mengurungkan niat untuk bertanya dengan alasan ia sudah lelah. Baiklahh harus ada yang berkorban selain Ica, yaitu adalah aku (*mau gak mau,soalnya udah lelah juga,laperr juga). Sambil berjalan menuju satpam, aku meyakinkan diri untuk bisa menggunakan bahasa melayu walaupun hanya belajar dari film Upin & Ipin, (*ahh)
Kalau di Indonesia, panggilan yang biasa di lontarkan adalah Pak Satpam,. Sekarang aku di Malaysia, haruskah aku sebut "Pak cik Satpam" ,entahlah, yang penting panggil aja dulu.
dengan segenap ke yakinan, sedikit tersenyum aku memulai percakapan,
"selamat siang Pak cik, nak tanye alamat bole ke?"
"mane tu?,"
"ini pak cik (*sambil menunjukkan kertas),"
"ohh, jalan lurus je dari sini, nanti sebelah kanan ade pintu, buka je pintu tu, nah ada lift disane, naik lift itu la."
"ooo macam tu, iye lah, terima kasih pak cik,"
(*punya firasat buruk,setelah ini sepertinya hanya aku korban yang akan membantu Ica)
oke dapat jalannya, lewat lorong, masuk lift, keluar lift. kami berada di gedung Apartment. (belum kamar,masih gedung) -_-". Untungnya ada kursi yang bisa digunakan untuk sedikit melepas lelah, sambil menunggu kabar dari pemilik apartmen.
"ada nomor hp yg punya apartment, bisa di telpon gak nomor itu?" (*Aku udah gk tahan),
Tetiba "Fika, kamu telpon lahh, ayolahh, gmna nih, masa kita di tipu, kita gak kenal siapa-siapa, uang kita, nasib kita,"
"ahhh kepalaku,, firasat buruk itu ternyata benar, hanya aku,",aku terima permintaan mereka dan mulai menekan angka yang tertera di kertas dengan nama Sugi.
tut tut tut (*gak ada nsp nya).
"Halo, dengan Pak cik Sugi,"
"saye temannya, Sugi dah tak kerja kat saye lagi, ade ape ni?"
"begini Pak Cik, saye fika, %@#$**(^$#^*()%$#&*("
"aihh, laju sangat cakap budak ni, tak ngerti, janganlah laju laju."
(dalam hati : *jleb -_-, sabar fikaaa,kurangi kelajuan yaa)
"be gi ni Pa k Ci k, Sa ye Fi ka, @$%&**&^%$"
*tut tut tut,, mati.
Apa yang harus kami lakukan ? benarkah kami akan terlantar, ya ampunn, ini pertama kalinya dan terlantar pula kah?. Tidak bisa dibiarkan, lebih baik bertanya, orang yang paling tepat sebagai tempat bertanya adalah satpam, gak usah d tanya lagi siapa yang menemui satpamnya, siapa lagi kalau bukan aku.
Aku belajar dari kesalahan, ngomong tanpa kelajuan (*ngomong pelan pelang), kali ini udah berani, setidaknya udah melatih sedikit mental untuk ngomong pelan pelan pake bahasa melayu. Kemudian dengan penuh percaya diri aku menjelaskan kondisi yang aku hadapi dengan teman-teman seperjuangan itu kepada Pak cik satpam, (*aduh abang atau Pak cik ya). hohoho pakai bahasa melayu doong walau belepotan, pelan pelan juga dong, akhirnya kami diminta menunggu Pak cik Sugi datang. Masih berbincang-bincang dengan Pak cik, beliau bertanya kami datang dari mana, aku dengan senang hati menjelaskan kedatangan kami dari mana dengan menggunakan bahasa melayu. Setelah itu Pak cik berkata, "Indonesia ya, saye orang Aceh ni,".
"Ya Allah, mimpi apa aku tadi malam, kalo gini gak harus memaksakan diri pake bahasa melayu, udah pake muncrat lagi. (*sabaarrr, wajah harus di kontrol)."
"Nah ini Sugi ni, silahkan bincang dengan die lah,","Terima Kasih Pak cik," Sahutku.
Pak cik Sugi, dari ujung rambut sampai ujung kaki, tidak ada alasan yang tepat untuk pantas di panggil Pak cik. Karena yang berdiri di depan kami adalah seorang wanita, yang seharusnya kami panggil kakak. Untung aja mulutku tidak langsung menyapa, tapi hanya tersenyum. (dalam hati : maaf kak Sugi). *memalukan.
Baiklah kami segera menuju kamar, masih menggunakan
lift. kali ini lantai yang sebenarnya yaitu lantai 7.
Dalam 1 apartment ada 3 kamar (semua ber-AC & KM
dgn water heater), berbagi fasilitas dalam apartment, seperti dapur, ruang
tamu, dll.
Salah satu kamar di Apartment Riyani yang ukuran kamarnya untuk 5 orang. 2 (Extra bed, bantal+selimut) dan 1 (Small bed, bantal + selimut ) *anggap aja gitu yaa.. dari kamar ini, saat melihat ke arah luar, ada Thaaadhaaaaa,,,,,
fasilitas kolam renang yang bisa digunakan, Gratis.
Salah satu kamar di Apartment Riyani yang ukuran kamarnya untuk 5 orang. 2 (Extra bed, bantal+selimut) dan 1 (Small bed, bantal + selimut ) *anggap aja gitu yaa.. dari kamar ini, saat melihat ke arah luar, ada Thaaadhaaaaa,,,,,
fasilitas kolam renang yang bisa digunakan, Gratis.
Istirahat sejenak, makan siang, solat dan kemudian
bersiap-siap, membuat jejak di Kuala Lumpur.
Berhubung karena Apartment ini kami tempati hanya untuk 3 hari, maka kami harus mencari tempat penginapan lain untuk 3 hari lagi. Jadi, hal yang pertama dilakukan adalah mencari Hotel yang bisa menampung 5 orang dalam satu kamar. *hemat beb* ^_^.
Berhubung karena Apartment ini kami tempati hanya untuk 3 hari, maka kami harus mencari tempat penginapan lain untuk 3 hari lagi. Jadi, hal yang pertama dilakukan adalah mencari Hotel yang bisa menampung 5 orang dalam satu kamar. *hemat beb* ^_^.
Pencarian panjang pun di mulai, masuk hotel keluar
hotel, untuk menanyakan kamar yang bisa menampung kami, sekali lagi jangan
tanyakan siapa yang harus bertanya, karena orang yang akan selalu menjadi
pemandu hingga hari terkahir adalah aku dan rekan senasib seperjuangan, tentu
saja nona Ica. ^_^
Ini yang Erin, Mita, dan Siska lakukan saat aku dan Ica sibuk bertanya tanya di hotel yang kami kunjungi,. ckckckck -_-"
Waktu terus berlalu, kami memutuskan untuk tidak
lagi mencari hotel, besok di usahakan lagi. Karena kami harus segera menuju KL
Sentral untuk mencari informasi tentang transportasi ke Genting Highlands.
*jadwal besok tuh, membuat jejak di Genting*.
Aduhhh, kebiasan, rekan saya Ica, selalu mau ke
Tandas , sebelum beranjak dari tempat ini. Karena sudah masuk waktu solat juga,
alangkah lebih baiknya kita solat terlebih dahulu. jadi yang paling tepat di
cari untuk saat ini adalah Surau, (*berkeliling beberapa kali, yang kami
temukan lagi dan lagi adalah "You Are Here"). Yah, itu mah namanya
nyasar, -_- .
Maklum, tempatnya sangat besar pemirsa. hoho
Ingat terus ya pepatah "Malu
bertanya,jalan-jalan,". Capeekkk !!!! -_-" , jadi mari bertanya.
Langsung aku jawab aja ya, yang nanya masih aku, ^_^", (*udah capek juga).
Menghampiri seorang Ibu yang sedang duduk di depan Toko yang tidak sempat aku
baca nama toko tersebut, lalu aku tersenyum dan bertanya. hoho. Tenang, hari
ini aku sudah banyak berbicara dengan bahasa melayu. Jadi kali ini, serahkan
padaku.
"Permisi, Mak cik, nak tanye, Surau kat sini arah mane Mak cik,"
"e, betul lah jalan ni, luruss,nanti pusing kiri,, lurus lagi pusing kanan, luruss pusing kiri lagi, kat situ lahh,"
"ohh, iye lahh, Terima Kasih Mak cik,"
Bergegas meninggalkan Mak cik, #gubrak, Haruskah aku mengikuti petunjuk Mak cik untuk pusing kiri pusing kanan, sementara dari tadi kepalaku sudah pusing?" "hahahha.hahhaha" respon teman2 ini. Ya baiklahh, teman-teman silahkan menikmati kepusinganku. Namun usaha untuk pusing-pusing, ada hasilnya.
Thaaadhaaaaaa... ^_^
Akhirnya, kami segera solat, lalu bergegas ke stesen
monorel menuju KL Sentral untuk mencari informasi tentang transportasi ke
Genting Highlands.
Di dalam Monorel sangat sesak, apakah ini jam pulang
kerja, atau ini jam bermain, atau apa?. kami berdiri hingga stesen KL Sentral.
Tapi tidak apa-apa, karena infonya kita temukan. ini
Buktinya !
Hmm,,selain bukti tampak punggung, boleh tampak muka dong yaa,, #kedip2.
Pemirsa, mengingat perjalanan kami dari Apartment hingga KL Sentral ini, sepertinya wajar kalau perut kami, merasakan getaran yang sangat kami kenal, dan kami juga sangat tau apa yang harus kami lakukan jika mengalami hal seperti ini, yaitu makan.
Mari makan,,, di KL Sentral, kalo gak salah nih, nama tempatnya "Medan Selera". yang di dalamnya terdiri dari berbagai jenis pilihan makanan, ada juga yang khusus menjual minuman saja.
Melihat wajah teman-teman di atas tuu, yakin dehh mereka laperr, aku juga sih. ^_-. Yuk makan.
Dari sudut Ica dan Mita
Dari sudut aku, Erin, dan Siska
Ini dari sudut Abang Penjual Nasi ^_^, Maaf dan Terima Kasih telah bersedia di belakang kamera bang.
Maklum kami anak Muda. (haha) ^_-
(ini sedikit berkomentar tentang makanan, ini soal rasa yang asing bagi lidah kami. Tapi, menikmati adalah hal yang paling mulia. karena kami bersyukur, masih dapat menikmati hidangan di KL Sentral "Medan Selera.")
Malam sudah larut atau sudah larut malam, apapun, yang jelas, kami harus bergegas menuju Apartment yang berada di kawasan Bukit Bintang. Lagi lagi naik monoreil. ^_^
Sedikit lagi, perjalanan menuju Apartment, setelah turun di stesen Bukit Bintang, yang kami temukan adalah keramaian kota dengan beragam aktivitas di malam hari, sepertinya tidak usah di sebutkan,karena sedang kami fokus pada kelelahan kami, dan juga fokus bakodak kodak,,
Ini yang foto terakhir di hari pertama,
Kemudian kami meneruskan perjalanan , memasuki gedung Fahrenheit, menelusuri lorong menuju lift. Akhirnya,,Apartment, di lantai 7.
Karena lampu kota sudah kelap kelip, kami harus menutup gorden. Bersih-bersih, lalu tidur. Sebagai tanda, hari pertama sudah berakhir.
dan tunggu cerita hari ke dua yaa !!!
Selamat Tidur !!!
Salam "No Guide, No Cry" ^_^









1 comments:
fika. bisa minta cp riyani? saya udah dpt nomornya dr internet. tp takut salah nomor. penipuan. terima kasih
Post a Comment